Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Wednesday, January 2, 2013

Mau tau cara merawat ikan koki??

Hai sobat saya mau informasikan, cara merawat ikan mas koki, semoga bermanfaat. Silahkan disimak ya
Merawat Ikan Mas Koki


1. Perhatikan Kondisi Suhu air
jangan biarkan suhu air berubah drastis, karena ikan mas koki tidak dapat hidup sehat pada suhu air yang berubah-ubah.

2. Perhatikan Tingkat keasaman di dalam akuarium
Tingkat keasaman untuk air saat memelihara ikan ini biasanya normal yaitu ph 7

3. Membersihkan lumut di dalam akuarium
Jangan biarkan lumut berkembang biak di akuarium karena akan menganggu kesehatan ikan

4. Tempat dan penyinaran akuarium anda
Ikan mas juga perlu cahaya yang cukup puntuk berkembang biak, biarkan cahaya masuk ke dalam akuarium anda dan jaga intensitas cahaya agar tidak berlebihan dan kekurangan

Anda bisa melihat informasi lainnya di website ini yang berkaitan dengan pemeliharaan ikan, terima kasih

Silahkan baca artikel penting lainnya DISINI

Saturday, December 29, 2012

Cara Merawat ikan hias komet


Komet (Carassius auratus-auratus) pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat Cina pada tahun 1729. awalnya bentuk komet sama seperti ikan koki. Karena memang kedua ikan ini berasal dari satu kerabat, yakni dari keluarga Cyprinidae. Kemudian pada zaman Dinasti Ming (1368-1644) popularitas komet semakin menanjak. Saat inilah bermunculan ikan koki dengan tubuh yang unik dan bervariasi. Setelah itu, penyebaran komet berkembang ke Jepang. Di negara Matahari Terbit, komet terus mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga dihasilkan jenis-jenis baru dengan bentuk yang lebih variatif seperti saat ini.
Di Indonesia, komet termasuk ikan hias yang banyak memiliki penggemar. Hal ini dapat dibuktikan dengan seringnya diadakan kontes komet dengan peserta yang boleh dibilang sangat banyak. Jenis ikan dengan telur diserakkan, ini merupakan yang terbanyak. Ikan ini menempatkan telurnya di sembarang tempat, bisa di tanaman air atau di jatuhkan begitu saja di dasar perairan.
Ikan komet merupakan ikan yang cukup rentan penyakit hal ini disebabkan karena kondisi air pada tempat pemeliharaan ikan komet cepat menjadi kotor disebabkan oelh hasil buangan dari ikan komet yang banyak (kotoran). Komet (carassius auratus-auratus) adalah jenis ikan air tawar yang hidup si perairan dangkal yang airnya mengalir tenang dan berudara sejuk. Ikan ini digemari masyarakat karena keindahan warna, gerak-gerik, dan bentuk tubuhnya yang unik. Berbeda dengan ikan hias lainnya, komet termasuk ikan ikan hias sepanjang masa. Hal ini dibuktikan dengan selalu tersedianya komet disetiap toko penjual ikan hias, sehingga harga jual cenderung stabil.

1. Persiapan wadah pemijahan
Untukl kegiatan pembenihan ikan komet, wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 60x40x40 cm dengan bentuk persegiu panjang. Akuarium yang digunakan sebelumnya dibersihkan dengan menggunakan sabun kemudian dibilas dengan air tawar dan selanjutnya dijemur untuk menghilangkan jamur-jamur dan bakteri yang masih menempel.
Seperti kita ketahui bahwa air merupakan media yang sangat penting bagi budidaya ikan. Untuk itu perlu disediakan air yang sangat bersih dan steril. Air yang digunakan untuk pemijahan ini adalah air yang bberasal dari air sumur yang sudah diendapkan selama 24 jam, karena kemungkinan airnya mengandung zat-zat yang beracun yang akan mengakibatkan dan menggangu budidaya ikan. Untuk itu perlu diendapkan. Air yang diendapkan diaerasi kuat supaya kandungan oksigen yang ada di dal;mnya bertambah. Air terserbut dimasukana kedalam akuarium dengan ketinggian 30 cm, kemudian aerasi.
Ikan komet termasuk kedalam kelompok ikan hias air tawar yang tidak memelihara telurnya. Jadi telur yang dikeluarkan oleh induk diletakkan pada substrat. Sehingga dalam kegaitan pemijahannya perlu dipersiapkan substrat sebagai tempat menempelnya telur. Ada banyak jenis tanaman air yang dapat dipakai sebagai substrat. Tanaman air tesebut dibagi kedalam dua kelompok yaitu tanaman tumbuh mengapung dan tanaman tumbuh didasar. Dalam kegiatan praktik digunakan salah satu tanaman air dari dua kelompok tersebut. Tanaman air yang digunakan yaitu tanaman yang tumbuhnya mengapung seperti enceng gondok (Eichornia crassipes).




Gambar 3: Substrat (Eceng gondok)
Sebelum enceng gondok digunakan terlebih dahulu disucihamakan. Enceng gondok yang akan digunakan sebelumnya sudah direndam dalam larutan Methylin blue dengan dosis 100 ppm selama 5 – 10 menit. Dengan demikian enceng gondok terbebas dari bakteri maupun pathogen. Setelah itu, barulah enceng gondok dimasukkan kedalam akuarium.

2. Memilih induk
Seleksi induk atau memilih induk merupakan langkah awal yang harus dilakukan pada kegiatan pembenihan Untuk ikan komet sendiri sangat mudah dilakukan seleksi terhadap induk yang matang gonad. Seleksi induk ikan komet dapat dilakukan dengan melihat ciri – ciri sebagai berikut :
Induk Jantan
Induk Betina
Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar.
Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.
Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih
Jika diurut, keluar cairan kuning bening. Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerahan merahan.
Selain itu, induk ikan komet yang siap untuk melakukan pemijahan dapat ditandai dengan adanya tingkah laku dari kedua induk tersebut. Tingkah laku yang ditunjukkan adalah saling kejar – kejaran. Dimana, induk jantan terus mengejar atau mendekati induk betina, dengan adanya tingkah laku seperti ini maka dapat diasumsikan bahwa induk ikan komet tersebut siap untuk dipijahkan. Perbandingan induk yang digunakan dalam kegiatan praktikum pemijahan ikan komet adalah 1 : 2 (jantan : betina). Induk yang sudah diseleksi selanjutnya dimasukkan kedalam wadah pemijahan.

3. Pemijahan
Induk yang digunakan dalam kegiatan ini dengan perbandingan 1:2 nduk yang digunakan dalam praktikum yaitu dengan perbandingan 1 : 2 ( ♀ : ♂). Induk jantan satu yang merupakan ikan koi dengan berat tubuh 93, 28 gr dan induk betina sebanyak dua ekor yang merupakan ikan komet, induk betina pertama mempunyai berat tubuh 72,96 gr dan induk betina yang kedua mempunyai berat 42,97 gr. Induk ini kemudin dimasukkan dalam akuarium yang sudah diisi air dan dilengkapi dengan enceng gondok sebagai substrat. Pemijahan ikan komet berlangsung pada malam hingga waktu dini hari. Induk dimasukkan pada sore hari, biasanya besok sudah menempel pada enceng gondok.



4. Penetasan telur
Penetasan telur dilakukan pada akurium pemijahan langsung. Karena ikan komet termasuk kedalam kelompok ikan hias air tawar yang tidak memelihara telurnya maka, setelah proses pemijahan selesai dan telur sudah melekat pada substrat induk ikan komet diangkat atau dikeluarkan dari dalam akuarium. Hal ini dilakukan agar induk ikan komet tidak memakan telur yang telah dikeluarkan tersebut.
Setelah 2 – 3 hari telur akan menetas, setelah menetas kemudian enceng gondok diangkat dari dalam akuarium. Selain itu, perlu dilakukan perhitungan akan larva yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh larva sebanyak 5999 ekor. Larva yang baru menetas belum diberi makan hingga berumur 2 – 3 hari karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).

5. Pemeliharaan Larva
Larva umur 7 hari hanya sebesar jarum, kondisinya masih lemah, tetapi sudah mulai belajar memperoleh pakan dari luar tubuhnya. Untuk itu, perlu disediakan pakan yang memenuhi syarat untuk mengurangi risiko kematian benih.
Bak pendederan harus bersih dan sudah dikeringkan dibawah sinar matahari selama 1-2 hari untuk membunuh bibit parasit. Selanjutnya tebarkan pupuk kandang berupa kotoran ayam 500 g/m². Sementara air dialirkan, pupuk diaduk-aduk hingga betul-betul larut dan pertahankan ketinggian air dalam bak sampai 30 cm. Dua hari setelah pemupukan, bibit kutu air ditanam dan dibiarkan selama 5 hari agar tumbuh dan berkembang biak. Setelah itu, larva komet dari bak penetasan siap dilepas ke dalam bak pemeliharaan.
Pemberian pakan tambahan diperlukan setelah 15 hari pemeliharaan. Memasuki pemeliharaan 15 hari kedua harus ada aliran air masuk, apalagi setelah pakan tambahan mulai diberikan. Genap diusia sebulan, anak komet mulai tampak bentuk aslinya. Badannya bulat, ekor dan kadang warna dari sebagian anak komet sudah keluar. Seleksi awal ditujukan untuk memilih ikan yang mempunyai ekor persis sama seperti ekor indukya, kemudian bentuk badan dan ukurannya. Bisa terjadi, dari hasil seleksi ini diperoleh beberapa kelompok anak komet berlainan ukuran serta kualitasnya, termasuk kelompok anak komet yang harus disingkirkan.

sumber http://dederintit.blogspot.com/2009/04/budidaya-ikan-komet.html

Mau tau tips merawat ikan hias??? Simak informasi berikut

Selain bentuk ikan yang cantik, warna ikan hias air laut yang berenang di akuarium sangat menyegarkan mata kita.
Akan tetapi supaya ikan itu bisa tetap lincah dan indah untuk dipandang, maka akuarium harus dirawat secara berkala. Berikut ini merupakan tips merawat ikan hias air laut perhatikan sebagai berikut:
-Pertama media harus diperhatikan. Air yang ada pada akuarium harus disesuaikan dengan habitat asli ikan laut.
-Kedua air akuarium juga harus diganti secara rutin. Air diganti separuh dari volume akuarium agar ikan tidak bersentuhan langsung dengan air laut yang baru.
-Yang ketiga gunakanlah formula untuk menyesuaikan keasaman air serta menghilangkan jamur dan bakteri pada akuarium.
-Yang ke empat Anda bisa gunakan peralatan penyaring kotoran seperti filter dan skimmer. filter dan skimme dapat mengurangi kadar amonia dalam air.
-Yang kelima gunakanlah pendingin (chiller) pada akuarium yang berisi karang.
-Yang keenam Letakkan kerikil di dasar akuarium untuk “menyimpan” kotoran ikan supaya tidak mengotori akuarium.
-Yang ketujuh pasang lampu untuk menghangatkan air dalam akuarium.

Silahkan baca artikel mengenai ikan di web ini, web ini dikhususkan untuk penyuka ikan, terima kasih

Cara merawat ikan hias, tips merawat ikan hias

Mungkin sebagian dari anda hobby memelihara ikan hias, ada berbagai macam ikan hias.  Berikut saya jelaskan mengenai hal-hal yang diperlukan dalam memelihara ikan hias.  Spesies ikan hias dapat bertahan lama jika  kita merawat ikan hias dengan benar. Langkah-langkah sebelum memulai memelihara ikan hias adalah
1. Cari informasi mengenai ikan hias yang kan beli, perhatikan faktor-faktor berikut
Carilah informasi mengenai ukuran ikan hias anda jika setelah dewasa/besar. Untuk menyesuaikan dengan akuarium ikan anda.
Cari tahu mengenai suhu, ph yang dibutuhkan untuk jenis ikan hias anda
Perhatikan jenis makanan ikan hias anda
Cari informasi apakan spesies ikan anda daat berkembang dengan cepat
Cari informasi apakan ikan hias anda rentan terhadap penyakit.
2. Usahakan beli akuarium yang besar, agar suhu air dalam akuarium stabil
3. Pelajari  terlebih daulu siklus nitrogen dalam akuarium
4. Pelajari terlebuih dahulu peralatan dalam akuarium
5. Belilah buku untuk menambah wawasan mengenai ikan hias
6. Dalam mendesain akuarium. buatlah tempat persembunyian ikan hias anda
7. Jangan lupa beli tes kit untuk memonitor siklus nitrogen dalam akuarium
8. Jangan letakkan akuarium anda tekena dengan sinar matahari karena dapat menyebabkan suhu air bertambah
9. Gunakanlah aturan 1 inchi ikan per 2-3 galon.
10. Terlebih dahulu lakukan deklorinisasi air sebelum dimasukkan ke akuarium
11. Belilah filter akuarium yang memiliki beberapa catride
12. Bilaslah filter dengan air akuarium bukan air ledeng

Wednesday, December 12, 2012

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat ikan arwana

Perawatan Arwana

Berikut adalah penjelasan cara merawat ikan arwarna, perhatikan dengan seksama

1. Kondisi Air
Air yang dapat digunakan untuk memelihara ikan arwana bisa menggunakan air sumur, air ledeng. Agar ikan arwana tidak stress air yang akan digunakan hendaknya disimpan/didiamkan selama semalam.

2. Wadah Pemeliharaan Ikan
Wadah Pemeliharaan ikan dapat menggunakan akuarium, akuarium yang akan digunakan harus bersih bebas dari kotoran dan lumut yang menempel. ukuran akuarium harus panjang dan lebar biasanya panjang akuarium 1- 1,5 m  dan lebar 50 - 75 cm

3. Pakan
Arwana senang bila diberi pakan hidup seperti ikan, udang, jangkrik, kodok. pakan yang digunakan harus bersih jangan membawa bibit penyakit. pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan arwana

4.  Peralatan
Pompa Air : Untuk mensuplai oksigen, sebagai sistem sirkulasi agar air tetap jernih.
Aerator : untuk mensuplai oksigen
Heater : Menstabilkan suhu

Oke sekian informasi dari kami, anda bisa melihat artikel yang masih berhubungan dengan ini

Sunday, November 25, 2012

Tips Memelihara Ikan Louhan


Tips Memelihara Ikan Louhan - Ikan Louhan (bahasa Inggris: Flowerhorn) diterbitkan dari bahasa Cina yaitu Lou Han. Luohan pertama kali muncul di Malaysia sekitar tahun 1996-1997. Lou Han  merupakan  salah  satu ikan  hias  yang banyak digemari di Indonesia dan berasal dari keluarga  Cichlidae. Siklid   merupakan  keluarga besar  yang  terdiri  atas  ratusan  spesies. Perkawinan  silang  antar Lou Han  terbukti menghasilkan Lou Han yang cukup baik kualitasnya dengan ciri-ciri fisik tertentu, yaitu pada aspek warna, rajah dan keindahan bentuk. 


Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perubahan warna ikan Louhan adalah dengan pemberian pakan buatan di samping faktor genetik ikan tersebut.

Dalam pemeliharaan, Lohan tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mahal terutama pada pemberian makanannya. Selain makanan alami yang mudah didapat (cacing, udang), ikan ini juga menyukai makanan buatan (pelet). 

1. Akuarium
Volume akuarium tergantung ukuran, ikan louhan kecil 5 - 7,5 cm bisa menggunakan akuarium 20x30 cm².. Ikan besar, 10-15 cm memerlukan akuarium lebih besar, 40x60 cm².  Louhan berukuran di atas 25 cm gunakan akuarium 60x120 cm². Agar Louhan berukuran 40 cm dapat bergerak bebas, akuarium yang dapat digunakan yakni ukuran 80x166 - 180 cm².

2. Pengisian Air
LouHan hidup baik pada suhu cukup hangat, 28-30 derajat Celcius. Air dingin dapat menyebabkan nafsu makan ikan kurang dan pertumbuhannya lambat.   

3. Pemberian Makanan
Cacing rambut, blood worm, udang tawar, dan cacing tanah adalah pakan terbaik. Untuk pemberian pelet dibiasakan sejak kecil.  

4. Perawatan
Bersihkan kotoran ikan yang ada di dalam akuarium selama 2-3 hari sekali untuk menjaga kesegaran air. Agar dinding tidak berlumut, dapat memelihara ikan Sapu-sapu, dengan ikan satu ini, ikan Louhan "segan" sehingga tidak menjahilinya.

5. Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan dalam perawatan Louhan tidak jauh berbeda dengan ikan lain, diantaranya:
  • Aerator, untuk memasok oksigen / menciptakan gelembung
  • Filter, untuk menyaring kotoran dan memasok okigen
  • Selang penyedot air, yang digunakan untuk mengganti sebagian air atau mengganti total air dalam akuarium
  • Batu apung, untuk membersihkan kaca, kain lap dan lain-lain 
    sumber Zonaikan.com

Tips Dan Cara Merawat Ikan Mas Jenis Koki

Ikan Mas Koki adalah salah satu jenis ikan hias yang hidup di air tawar, ikan mas koki ini biasanya di pelihara di aquarium. Keindahan warna dan bentuknya membuat ikan ini menjadi salah satu ikan peliharaan yang populer di tengah masyarakat. Namun ada hal yang penting untuk di perhatikan ketika kamu memelihara ikan mas koki ini, yaitu kesehatan ikan dan juga lingkungan tempat dimana ikan di pelihara. Berikut ini Artikel Hobi akan memberikan beberapa info tentang Tips Dan Cara Merawat Ikan Mas Jenis Koki.
Merawat Ikan Mas Koki
Berikut ini beberapa hal yang harus di perhatikan saat memelihara ikan mas koki :

1. Kondisi Suhu
Pastikan kondisi suhu air tempat ikan di pelihara aman untuk ikan tersebut, jaga suhu air jangan sampai berubah-ubah secara drastis, karena ikan mas koki tidak bisa hidup sehat di kondisi suhu air yang tidak stabil.

2. Tingkat keasaman di dalam akuarium
Untuk tingkat keasaman yang dibutuhkan oleh ikan mas koki adalah pH normal, dan biasanya pH normal tersebut dilambangkan dengan pH 7.

3. Bersihkan kandungan lumut di dalam akuarium
Rutin membersihkan aquarium dari lumut, karena lumut termasuk sejenis gulma yang sangat mengganggu baik kesehatan ikan juga akan merusak pemandangan di akuarium.

4. Penempatan dan penyinaran akuarium
Jika kamu menempatkan aquarium di dalam rumah, maka kamu harus memilih tempat yang tepat, karena selain mempermudah perawatan, ikan mas juga perlu cahaya yang cukup. Pada umumnya aquarium ditaruh di ruang keluarga, ruang santai, atau bisa juga di ruang tamu yang memiliki cahaya yang cukup.